Menelusuri jejak langkah berdirinya pusat literasi Universitas Cenderawasih dari masa ke masa.
Berdirinya Perpustakaan Universitas Cenderawasih terjadi secara bersamaan dengan peresmian kampusnya sendiri, yakni pada tanggal 10 November 1962 (tepat pada peringatan Hari Pahlawan ke-17). Di era tersebut, institusi ini adalah satu-satunya lembaga pendidikan tinggi negeri milik Pemerintah RI yang beroperasi di tanah Papua pasca kembalinya wilayah tersebut ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Berkat nilai historisnya yang kuat, kampus beserta perpustakaan ini dijuluki sebagai Universitas Perjuangan. Tujuan utama pendiriannya sangatlah luhur: membebaskan masyarakat lokal dari keterisolasian, keterbelakangan, dan kebodohan di masa itu.
Untuk menyokong kegiatan perkuliahan pada masa awal, pusat literasi ini menerima berbagai donasi buku pelajaran. Koleksi perdana yang berjumlah 900 buku tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai organisasi internasional, termasuk di antaranya Ford Foundation dan Asia Foundation. Pada fase perintisan ini, fokus layanan perpustakaan hanya ditujukan untuk dua fakultas utama, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Hukum, Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FHKK).
Dari yang tadinya hanya menempati satu ruangan mungil, perpustakaan kemudian berkembang hingga memiliki gedung sendiri di Kampus Abepura (Jalan Prof. Soegardha Purbakawatja) seluas 603 m². Namun, seiring waktu, Universitas Cenderawasih bertumbuh sangat pesat, baik dari segi program studi maupun lonjakan jumlah mahasiswa. Akibatnya, fasilitas di Kampus Abepura dirasa tidak lagi memadai untuk menampung seluruh aktivitas akademik.
Sebagai solusi, dibangunlah kompleks kampus baru di kawasan Waena dengan kucuran dana dari Bank Pembangunan Asia (ADB). Proyek besar ini turut mencakup pendirian gedung baru yang jauh lebih representatif untuk UPT Perpustakaan.
Pada minggu kedua bulan Januari tahun 2002, seluruh buku dan perlengkapan perpustakaan resmi diboyong ke Kampus Waena. Pemindahan ini dilakukan dengan tempo cepat menyusul keputusan Rektor yang mengalihfungsikan bekas gedung perpustakaan lama menjadi ruang kuliah Program Magister Manajemen Administrasi Publik (FISIP) pada Juli 2002. Situasi ini mengubah rencana awal yang tadinya ingin menyisakan sebagian koleksi buku untuk digunakan oleh Unit Perpustakaan FKIP di lokasi lama.
Kini, UPT Perpustakaan telah berdiri tegak di Kampus Waena selama lebih dari satu dekade. Tidak lagi melayani dua fakultas seperti dulu, perpustakaan modern ini sekarang mengakomodasi kebutuhan 9 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana, dengan jangkauan layanan kepada sekitar 13.000 mahasiswa, ratusan dosen, dan para staf kampus.
Sejak tahun 1962, UPT Perpustakaan Universitas Cenderawasih telah dipimpin secara estafet oleh berbagai tokoh yang berdedikasi tinggi. Berikut adalah rekam jejak kepemimpinan perpustakaan dari masa ke masa:
| No | Periode Jabatan | Nama Pimpinan UPT Perpustakaan |
|---|---|---|
| 1 | 1962 – 1975 | Zulkifli Nurazwar, BA. |
| 2 | 1975 – Juni 1976 | Daniel Chatib, BA. |
| 3 | Juni 1976 – November 1976 | Drs. Moh. Arifandi (Pelaksana Tugas) |
| 4 | Desember 1976 – 1981 | Dra. Ny. Endang T. Suryadi |
| 5 | 1981 – 1982 | Drs. August Kafiar, MA (Pelaksana Tugas)* |
| 6 | 1982 – 1986 | Drs. Zulkifli Nurazwar |
| 7 | 1987 – 1991 | Drs. A.C. Sungkana Hadi |
| 8 | 1994 – 1997 | Drs. Festus F. Mehue |
| 9 | April 1998 – 2001 | Drs. A.C. Sungkana Hadi, M.LIS. (Pelaksana Harian) |
| 10 | Januari 2002 – Januari 2006 | Drs. A.C. Sungkana Hadi, M.LIS. |
| 11 | Februari – Mei 2006 | Drs. Sam J. Renyaan, M.Sc (Pelaksana Tugas)* |
| 12 | Juni 2006 – Juni 2009 | Drs. Jhon B. Dumatubun, M.Si |
| 13 | Juni 2009 – Januari 2013 | Helena Padaya, SE, SIP |
| 14 | Februari 2013 – 31 April 2018 | Arnold Fakdawer, S.IP |
| 15 | 1 Mei 2018 - Sekarang | Thereseta Evilianingsih, S.IP., M.Si. |